Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Ada Apa Dengan Waktu…? (bag 1)


Sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada hambanya, tak ada yang sanggup menghitungnya, dan tak sanggup manusia dapat menghitung dan mengetahui hakikat sebenarnya dari nikmat tersebut karena begitu banyaknya, terus menerus tanpa batas, begitu gampang dan mudahnya Allah memberikannya tanpa pandang bulu, Allah SWT berfirman:
“dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (QS: Ibrahim: 34)
Sesungguhnya nikmat-nikmat tersebut terbagi atas dua bagian yaitu: nikmat dasar (inti) dan nikmat cabang, contoh dari nikmat cabang yaitu diberikan keluasan ilmu pengetahuan, tubuh yang sempurna dan harta yang cukup, dapat menjalankan ibadah-ibadah sunnah seperti Qiyamul Lail, memperbanyak Tilawah Al Qur’an dan dzikir, dll.

Sedangkan nikmat-nikmat dasar (inti) banyak sekali tak terhitung, yang paling utama bagi manusia adalah nikmat Iman kepada Allah dan terhadap apa-apa yang telah diturunkan, dan mengerjakan semua yang telah diwajibkan oleh Allah SWT, dan termasuk nikmat inti juga yaitu nikmat kesehatan dan kekuatan, dengan keduanya; penglihatan, pendengaran, hati, maupun perbuatan dapat bekerja dengan sempurna, dan ini semua adalah vital (pokok) bagi manusia, sehingga selalu menggunakannya setiap saat.
Dan termasuk nikmat utama juga yaitu nikmat ilmu, itu adalah nikmat yang agung yang menyebabkan terangkatnya derajat manusia dan juga dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. semua yang berkaitan dengannya merupakan nikmat; baik mendapatkan, mengamalkan dan mengajarkan, semuanya merupakan nikmat. Dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan nikmat inti (utama).
Tetapi disana ada nikmat yang paling agung dan termahal dalam kehidupan, yaitu nikmat waktu, ada yang berkata waktu adalah kehidupan. disebutkan didalam Al Qur’an menarangkan bahwa waktu sebagai nikmat yang paling inti dan utama, dan yang memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan nikmat-nikmat yang lain, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menyebutkan keutamaan, kedudukan, dan besarnya pengaruh waktu terhadap kehidupan manusia.
Mari kita simak beberapa ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang waktu:
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (QS: Ibrahim: 32-34)
Allah telah menerangkan dalam ayat tersebut keagungan nikmat malam dan siang, keduanya merupakan terjadinya sesuatu yang baik ataupun buruk. Dan alam ini berjalan dengan seimbang karena adanya siang dan malam.
Didalam ayat yang lain Allah berfirman bahwasannya Allah adalah مالك الزمن و المكان (pemilik waktu dan tempat) dan apa-apa yang terdapat diantara keduanya, Allah berfirman:
“dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS: Al An’am: 13)
Allah SWT berfirman kepada orang-orang kafir yang membangkang dan mengejek, padahal mereka telah diberikan oleh Allah nikmat yang banyak berupa waktu dan umur yang cukup, tetapi mereka tidak menyadari akan semua itu, bukannya mereka bersyukur tetapi malah sebaliknya menjadi kufur.
“dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan”. dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (QS: Fathir: 37)
Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini: ”bukankah kalian telah diberikan umur yang cukup ketika didunia, seandainya kalian manfaatkan untuk kebaikan maka sungguh kalian akan mendapatkan kebaikan yang banyak sepanjang hidupmu”, qotadah berkata: “ketahuilah sesungguhnya panjangnya umur itu akan dimintai pertanggung jawaban”.
Masih banyak ayat-ayat yang lain yang menerangkan tentang keagungan waktu yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu. Yang harus kita perhatikan bahwa Allah SWT telah bersumpah dengan waktu didalam Al Qur’an berkali kali, ada hal yang penting dibalik sumpah tersebut yaitu, menunjukkan bahwa sebagian manusia lupa dan lalai dengan waktu sehingga temasuk orang-orang yang rugi kecuali orang-orang yang selalu beriman, beramal sholeh, saling menasehati kepada yang benar dan kesabaran, sebagaimana firman Allah:

“demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS: An Nashr: 1-3)
Bersambung…
Oleh: SETYAWAN

23 November 2009 - Posted by | waktu

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: