Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Obat Pada Sayap Lalat


Maha benar Allah yang telah menciptakan semua yang ada di bumi dan di langit, semua yang diciptakanNya tak ada yang sia-sia, sebesar nyamuk sekalipun pasti ada kelebihan yang Allah berikan. itu semua bukti kebesaran Allah dan juga sebagai bukti bahwa Allah menciptakan segala makhluk tanpa cacat (sempurna), setiap sesuatu pasti ada kelebihannya masing-masing, tetapi tidak semua manusia mengetahuinya. sebagaimana yang telah diberikan kelebihan yang luar biasa pada binatang yang kita anggap remeh dan menjijikkan yaitu lalat, tetapi dibalik itu semua Allah berikan kelebihan yang tidak diberikan kepada yang lainnya, hal ini diterangkan dalam sebuah hadits,

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :”إذا وقع الذباب في شراب أحدكم فليغمسه ، ثم لينزعه ، فإن في أحد جناحيه داء، وفي الآخر شفاء”. (رواه البخاري)

Dari Abu hurairah ٌِRA, berkata, “Rasulullah SAW, bersabda, “jika ada seekor lalat jatuh kedalam minumanmu, hendaklah ia mencelupkan lalat itu (kedalam minuman tadi) karena, satu sayapnya mengandung penyakit dan satunya lagi mengandung obat bagi penyakit itu. (HR: Bukhari).

Hadits ini mengandung dua aspek, yaitu aspek Fiqh dan aspek kesehatan. Mengenai aspek Fiqh, hadits tersebut menyatakan bahwa seekor lalat yang jatuh kedalam air atau cairan tidak menjadikan air atau cairan tersebut tidak suci. Ini telah dinyatakan oleh sebagian besar dokter dan tak seorangpun diantara Ulama’ salaf menentang keputusan ini.

Buktinya adalah ketika Rasulullah SAW, memerintahkan agar lalat yang jatuh pada minuman sekalian saja dibenamkan sehingga mati, terutama jika minumannya panas. Jika matinya lalat didalam makanan menjadikannya tidak suci, Rasulullah tentu akan memerintahkan kepada kita untuk membuang makanan itu. Kenyataannya, beliau meminta untuk menyelamatkanmakanan itu.

Menurut sebagian Ulama’ hadits tersebut berlaku untuk semua jenis lalat, termasuk lebah, hewan penyangat, laba-laba dan semua serangga sejenisnya. Sabda Rasululah dalam hadits tersebut bersifat umum. Alasan hewan yang mati tidak suci adalah karena darahnya tetap terperangkap dalam tubuh, sedangkan seranggga tidak memiliki darah.

Orang pertama yang menyatakan bahwa binatang yang tidak memiliki darah tidak najis adalah Ibrahim An Nakha’i dan selanjutnya para Ulama pun ikut menyetujui pendapat itu, Nafs dalam bahasa arab bisa diartikan juga “darah”. Demikian juga wanita yang melahirkan disebut nifas.

Sedangkan yang berkenaan dengan medis, Abu ‘Ubaid RA, berkata bahwa lalat dibenamkan kedalam minuman karena itu akan melarutkan obat dari sayap yang satunya lagi sebagaimana racun dari sayap yang jatuh kedalam makanan.

Lalat mengandung materi-materi racun yang menjadi senjata pertahan serangga itu, seperti bukti dari efek gigitannya berupa bintik-bintik merah pada kulit dan infeksi. Rasulullah SAW memerintahkan agar kita menetralisir zat-zat racun yang dihasilkan lalat dengan obat yang telah disediakan oleh Allah pada sayapnya yang lain. Lalat harus dicelupkan kedalam air atau makanan sehingga obat dapat menetralkan efek racunnya.

Ini merupakan obat yang tak pernah ditemukan oleh para dokter terbaik. Pengetahuan seperti ini hanya datang dari para Nabi. Namun, dokter yang ahli tunduk pada pengobatan Nabi dan mengakui bahwa orang yang diutus untuk menyampaikan pengobatan ini adalah manusia sempurna yang didukung wahyu Ilahiyyah yang melampaui kekuasaan manusia.

Beberapa dokter menyatakan bahwa meminyaki bekas sengatan kalajengking dan serangga penyengat dengan lalat ternyata dapat meredakan sakit, karena obat yang berada disalah satu sayap lalat. Tubuh lalat, setelah dilepas dari kapalanya jika digunakan untuk mengggosok bengkak pada kelopak mata dapat menyembuhkan tumor tersebut.

Beberapa dokter juga telah melakukan penelitian dengan mengambil 3 gelas yang masing-masing diisi dengan air mineral, gelas yang pertama dimasukkannya sebagian tubuh lalat, gelas yang kedua dimasukkannya seluruh badan lalat, dan gelas yang ketiga dibiarkan tanpa dimasukkan sesuatu. Setelah beberapa saat gelas-gelas tersebut diteliti, hasilnya gelas pertama dipenuhi dengan bakteri-bakteri, gelas yang kedua netral, dan gelas yang ketiga netral seperti semula.

Hadits tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, mana mungkin Nabi tahu bahwa didalam lalat terdapat obat, pernahkan Rasulullah menekiti sedemikian detilnya? Pernahkan sejarah menyatakan bahwa Rasulullah belajar ilmu kedokteran? Semuanya itu adalah merupakan wahyu dari Allah SWT.

Wallahu ‘alam……

By: SETYAWAN

Sumber: kitab Ath Thibbun Nabawi (Ibnu Qoyyim Al Jauziyah)

3 December 2009 - Posted by | Tsaqofah Islamiyah | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: