Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Dimana Letak Kelemahan Wanita…?


Dari Abdullah ibnu Umar RA, Rasulullah SAW, bersabda, “wahai sekalian perempuan! Bersedekahlah dan perbanyaklah meminta ampun kepada Allah! Sesungguhnya aku melihat kebanyakan penghuni neraka berasal dari golongan kalian.” Seorang perempuan yang mempunyai kelebihan (cerdas) bertanya kepada beliau, “apa yang menyebabkan kami menjadi penghuni neraka yang paling banyak?” Rasulullah menjawab, “kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami, aku melihat kalian adalah orang-orang yang banyak memiliki kekurangan akal dan agama dibandingkan dengan orang yang berakal lainnya.” seseorang bertanya, “apa maksudnya kekurangan akal dan agama?” Rasulullah menjawab, “maksud kekuranag akal adalah kesaksian dua orang perempuan hanya menyamai kesaksian seorang laki-laki, adapun kekurangan agama adalah, kadang kaum perempuan tidak shalat beberapa hari dan tidak berpuasa dibulan Ramadhan beberapa hari.” (HR: Bukhari Muslim

Hadits tersebut menyatakan dan menggambarkan ketika Nabi Mi’raj kelangit beliau melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum perempuan, dikarenakan beberapa hal, diantaranya kufur terhadap suami. Para Ulama berpendapat tentang makna ini yaitu, mengingkari setiap nikmat yang telah diberikan suaminya dan menganggap kurang apa-apa yang telah dimilikinya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kurangnya akal sebagaimana dijelaskan Rasulullah tersebut, kesaksian mereka terhadap sesuatu masalah lebih lemah dibandingkan yang lain (laki-laki), dengan perbandingan 2:1, sebagaimana Firman Allah SWT: “…jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau Dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). jika tak ada dua oang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa Maka yang seorang mengingatkannya…” (QS: Al Baqarah: 282).

Didalam ayat ini Allah menjelaskan tentang persaksian terhadap utang piutang, hendaklah mencatatnya dan disertakan dua orang laki-laki sebagai saksi, tetapi jika tidak ada boleh satu laki-laki dan dua orang perempuan, dari sini bisa kita ambil pengertian bahwa satu laki-laki bisa diganti dengan dua perempuan, dengan kata kekuatan dua perempuan menyamai kekuatan satu laki-laki.

Sedangkan yang dimaksud dengan kurangnya agama sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadits tersebut, yaitu terkadang kaum perempuan tidak shalat beberapa hari dan tidak berpuasa dibulan Ramadhan beberapa hari. Walaupun itu sebenarnya hukum Allah yang telah diberikan kepada kaum wanita, disinilah Allah memberikan kelebihan yang tidak diberikan kepada laki-laki.

Dan memang kaum perempuan adalah makhluk yang lemah, sabda Rasulullah SAW, “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, janganlah menyakiti tetanganya, dan aku berwasiat kepada kalian agar memperlakukan kaum wanita dengan baik, karena mereka tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau memaksanya lurus, niscaya tulang itu akan patah. Namun jika engkau biarkan, ia akan selamanya bengkok, oleh sebab itu jagalah baik-baik kaum wanita”. (HR, Bukhari Muslim).

Walaupun begitu bukan berarti wanita selalu dalam kelemahan dan keterbatasan, bahkan Islam sendiri sangat memperhatikan hak-hak wanita, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW,
إني أحرج عليكم حق الضعيفين: اليتيم و المرأة
aku haramkan atas kalian dua orang yang lemah anak yatim dan perempuan (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim. Hakim berkata, “Hadits ini Shahih dengan syarat Muslim.” Dan juga dibenarkan oleh Adz Dzahabi).
Maksud mengharamkan disini adalah barangsiapa merampas hak kedua orang tersebut maka ia akan mendapat dosa, jadi sebagai kaum laki-laki sudah seharusnya menjaga keduanya. Sekali lagi lemah disini bukan berarti mereka tak mampu berbuat apa-apa, tetapi memang fisik mereka lebih lemah dibandingkan fisik kaum laki-laki.

Oleh sebab itulah perintah untuk jihad hanya diwajibkan kepada kaum laki-laki sedangkan kaum perempuan menurut pendapat Ulama’ hukumnya sunnah, tetapi Maha Adil Allah SWT, atas hamba-hambaNya, walaupun tidak diwajibkan atas kaum wanita untuk berjihad dimedan perang tetapi mereka mempunyai ladang jihad yang lain diantaranya, taat pada suami selama tidak menyimpang dari Islam, mengasuh dan mendidik anak, dan bahkan pengorbanan terbesar yang mana nyawa sebagai taruhannya yaitu pada saat melahirkan.

Kaum perempuan begitu besar jasanya guna keberlangsungan manusia dimuka bumi, terutama terhadap anak, mulai mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik sampai mereka dewasa dan hidup mandiri. Tak bisa kita bayangkan kesabaran serta kasih sayang yang diberikan kepada anak-anaknya.
Semoga Allh selau membimbing kita kejalan yang diridhainya amien…

Wallahu ‘alam…
By: SETYAWAN

5 December 2009 - Posted by | Tsaqofah Islamiyah | , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: