Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Hukum-Hukum Haidh


Haidh menurut bahasa berarti mengalir (sesuau yang mengalir) sedangkan pengertian secara syar’i adalah darah yang keluar dari bagian dalam rahim wanita pada waktu-waktu tertentu, bukan karena sakit atau terluka, tetapi ia adalah sesuatu yang telah diciptakan Allah bagi wanita. Allah menciptakannya di dalam rahim untuk memberikan makan janin saat hamil, lalu menghasilkan susu setelah kelahirannya. Jika wanita itu tidak hamil dan menyusui sementara darah ini ada dan tidak digunakan, maka keluarlah ia pada waktu-waktu tertentu yang dikenal dengan rutinitas atau datang bulan.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh syaikh Islam Ibnu Taimiyah, “Allah telah menetapkan haidh terhadap anak-anak perempuan anak Adam (manusia) sebagai makanan dan perkembangan bagi anak selama didalam rahim ibunya, sedangkan anak itu diciptakan dari air laki-laki (mani)dan perempuan (sel telur), dan disediakan makanan selama didalam rahim dengan darah haidh, ketika sudah lahir darah tersebut berubah menjadi susu (ASI) untuk menyusui sang anak, dan ketika rahim sudah kosong maka mulailah darah mengumpul kemudian keluar pada waku-waku tertentu, sebagian Ulama berkata, “demikianlah Rasulullah berwasiat untuk taat sabanyak tiga kali kepada ibu dibandingkan kepada bapak yang cukup dengan sekali”.

Sedangkan menurut para dokter (terjadi) datangnya haidh itu membutuhkan waktu selama 28 hari, dimulai dari hari pertama keluar haidh, dan pada hari ke lima ketika darah berhanti mulailah membentuk gumpalan dan berkembang untuk membuat hormon-hormon dari kelenjar Pituitary yang terdapat didalamnya, sedangkan dihari keempat belas, dihitung sejak habisnya masa haidh rahim sudah menyiapkan diri untuk menerima telur dan selanjutnya siap untuk hamil, dan turunnya kadar hormon tersebut sejak mulai haidh, keadaan itu terus berlangsung menunngu sel dari laki-laki, jika tidak terjadi kehamilan maka darah akan turun ke rahim dan terjadilah haidh.

Hukum-Hukum seputar haidh:
1. Diharamkan bersetubuh dalam kondisi haid, berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: Haidh itu adakah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. (QS. Al-Baqarah : 222).

Keharaman ini berlangsung sampai darah haid berhenti darinya, lalu ia bersuci, makna (يطهرن) suci dalam ayat tersebut adalah mandi, jadi setelah habis masa haidh kemudian mandi maka kembali suci seperti biasa

Bagi suami ketika istri sedang haid dibolehkan untuk bersenang-senang dengannya tanpa bersetubuh, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA :”Perbuatlah apa saja kecuali nikah (bersetubuh)”. (HR. Bukhari Muslim).

Sesungguhnya orang Yahudi itu mengasingkan wanita yang sedang haidh, tidak boleh makan, minum dan berkumpul dengannya. Sedangkan kaum Nashara mereka melakukan terhadap wanita haidh sebagaimana melakukannya terhadap wanita yang tidak haidh, bahkan bersetubuh dengan wanita yang lagi haidhpun mereka bolehkan. Dan agama Islam adalah pertengahan diantara keduanya.

2.Wanita haid harus meningalkan shaum dan sholat di masa haidhnya, dan diharamkan melaksanakan keduanya, karena Rasulullah SAW, bersabda: “Bukankah jika seorang wanita haidh tidak sholat dan shaum”. (HR. Bukhari Muslim).

Jika wanita haid telah suci, maka hendaklah ia membayar kewajiban shaum yang telah ditinggalkan selama haid, dan tidak mengganti kewajiban sholat. Berdasarkan perkataan Aisyah RA,: “Adalah kami haidh di masa Rasulullah, maka kami diperintahkan untuk mengganti shaum dan tidak mengganti sholat”. (HR. Bukhari dan Muslim).

tetapi para Ulama berpendapat untuk melaksanakan Shalat yang telah ditinggalkan ketika datangnya haidh sudah masuk waktu shalat dan belum menunaikan shalat tersebut. Misalnya waktu shalat dzuhur mulai pukul 12.00 sampai 15.00, ketika pukul 13.00 datang haidh dan belum menunaikan shalat dzuhur, maka wajib baginya untuk mengganti shalat yang ditinggalkan tersebut ketika sudah suci.

3.Diharamkan wanita haid memegang mushaf Al-Qur’an tanpa alat perantara. Allah SWT, berfirman: “Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan”. (QS. Al-Waqiah : 79).
tetapi para Ulama berbeda pendapat tentang makna المطهرون disini, Ulama Ahlu Dhahir berkata, “ makna المطهرون pada ayat tersebut adalah Malaikat, jadi walaupun seseorang dalam keadaan junub atau haidh maka boleh memegang Mushaf”. Sedangkan Imam Syafi’ie dan Hambali berkata,” yang dimakud dengan المطهرون adalah manusia, jadi jika dalam keadaan junub atau haidh tidak boleh memegang mushaf”. Tetapi jika membaca (muraja’ah) yang sudah dihafal tidak mengapa karena tidak memegang mushaf.

4.Diharamkan bagi wanita haid melakukan thawaf di Baitullah didasarkan atas sabda Rasulullah SAW, kepada ‘Aisyah RA, ketika ia haid : “Kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan orang berhaji kecuali Thawaf di Baitullah sampai engkau suci”. (HR. Bukhari dan Muslim).

5زDiharamkan bagi wanita haid berdiam diri di dalam masjid, berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang junub”. (HR. Abu Dawud).
Dan sabdanya juga: “Sesungguhnya masjid tidak halal bagi wanita haid dan orang junub.” (HR. Ibnu Majah)

Tetapi diperbolehkan bagi wanita haidh sekedar lewat (berjalan) di masjid tanpa berdiam diri di dalamnya. Didasarkan pada hadits Aisyah RA, . Ia berkata, Rasulullah SAW, bersabda : “Ambilkan khumrah (sejenis tikar) itu dari masjid ! Aku katakan, Aku sedang haid. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya haidhmu bukan pada tanganmu”. (Diriwayatkan oleh Al-Jamaah kecuali Imam Al-Bukhari, lihat Al-Muntaqa 1/130).

Wallahu’alam…..
By: SETYAWAN

7 December 2009 - Posted by | Fiqh | , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: