Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Momentum Tahun Baru


Waktu begitu cepat berlalu, bulan demi bulan kita lalui hingga detik ini, dan sampailah kita diujung tahun 2009, sadarkah kita bahwa semakin bertambahnya waktu berarti berkuranglah jatah kita hidup didunia. Masa kontrak hidup kita lambat laun akan habis, sedah siapkah kita menuju alam yang berbeda dengan alam kita saat ini? Dimana alam yang begitu menakutkan, alam yang tak seorangpun menemaninya, tempat yang begitu sempit dan pengap, hewan-hewan siap mencabik-cabik tubuh, tiada yang kita bawa melainkan amal yang telah kita perbuat selama didunia. Semoga Allah selalu mencurahkan Rahmat dan Taufiqnya kepada kita, sehingga kita
selalu istiqomah dijalanNya.

Bergantinya tahun bukanlah hal yang tabu, setiap tahun kita mengalaminya tetapi, tahukan kita pesan apa yang dibawanya? Ada apakah dibalik itu semua? Manusia begitu sempurna Allah ciptakan, tetapi karena kelalaiannya mereka tidak menyadari sesuatu yang terjadi disekelilingnya. Padahal Ayat-Ayat Allah begitu banyak dihadapan kita, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

Di ujung tahun 2009 ini marilah kita sama-sama introspeksi diri kita masing-masing sudahkah kita siap menghadapi tahun depan yang lebih baik dari tahun-tahun yang sudah berlalu? Apa yang sudah kita lakukan selama setahun yang lalu? Dan apa yang sudah kita persiapkan untuk yang akan datang? Bukankah Rasulullah berpesan, “barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dia telah beruntung, dan siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia telah merugi, dan siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin maka dia telah terlaknat.”

Momen tahun baru Masehi atau Al Masih sebenarnya bukanlah tradisi bagi seorang Muslim karena, Islam sendiri mempunyai alat hitung waktu sendiri yang telah ditentukan oleh Khulafa Ar Rasyidin Umar Ibnu Khattab, yaitu tahun Hijriyah, dan telah disepakati oleh sahabat-sahabat yang lain, yang diambil dari peristiwa yang sangat agung bagi Kita umat Islam yaitu peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, dari Makkah ke Madinah.
Jadi tidak seharusnya kita mengikuti tradisi dan kebiasaan orang-orang kafir, melakukan perayaan tahun baru dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang tidak ada manfaatnya dan menghambur-hamburkan uang bahkan melanggar Syari’at Islam, itu sama dengan menyerupai dan mendukung kegiatan mereka padahal من تشبه بقوم فهو منهم (barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian darinya). Kita sebagai orang yang beriman mari kita hindari hal-hal yang membuat Allah tidak Ridho terhadap kita.

Sebalum Islam masuk di semenanjung Arab, kebisasaan masyarakat melakukan ritual-ritual yang diadakan setiap tahun, dan dianggapnya sebagai suatu keharusan bagi semua orang untuk malakukanya, setelah Islam datang maka tradisi-tradisi tersebut dihapus dan tidak diperbolehkan lagi oleh agama dan Allah menggantikanya yang lebih baik, yaitu dengan mengganti dua hari raya ‘iedul Fitri dan ‘Iedul Adha. Maka dri itu Islam tidak memperkenankan melakukan perayaan-perayaan selain keduanya.

Begitu sempurna Islam yang telah diturunkan melalui Nabi kita Muhammad SAW, kepada kita, maka janganlah kita kotori dengan perbuatan kita yang tidak sesuai dan melanggar Syari’at. Alangkah murkanya Allah jika kita selalu berbuat yang tidak diridhoi oleh Allah, pantaskah kita sebagai hamba yang lemah ini berbuat yang demikian? Siapkah kita mempertanggung jawabkan semua apa yang telah kita perbuat dihadapan Allah?

Maha Suci Allah lagi maha Penyayang, kalau Dia berkehendak tak sesuatupun yang dapat mencegahNya, kalaupun Allah hendak menghancurkan kaum yang ingkar maka detik itupun akan binasa. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bagaimana Allah mengadzab kaum yang ingkar terhadapnya, seperti kaum Nabi Nuh AS, dengan banjir bandangnya, kaum Luth AS, dengan angin kencangnya, dan kaum-kaum yang lain, Yang begitu itu mudah bagi Allah.

Tetapi Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang, seandainya kaum Muhammad SAW, ini disamakan dengan kaum-kaum terdahulu, maka akan hancur karena kelalaian, kekufuran, kemaksiatan dan perzinahan yang sudah dianggap biasa dan merajalela pada zaman sekarang. Tetapi dengan kasih sayang Allah kita masih diberikan kesempatan untuk bertobat, kembali kejalan Allah yang lurus. Sudah seharusnya kita selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Maka dari itu marilah kita jaga Aqidah dan keyakinan kita dengan selau istiqomah dijalan Allah SWT, dengan momentum tahun baru ini marilah kita tingkatkan amal ibadah kita, dan jangan menyerupai kaum – kaum yang dzalim, jadikan dalam diri kita Islam yang kaafah (sempurna).

kita selalu minta pertolongan kepada Allah SWT, terhadap godaan setan yang selalu mengintai dan menggoda manusia untuk dijadikannya teman kepada kejelekan dan kekufuran. dimanapun kita berada disitulah setan akan mengikuti kita dan menggoda dengan segala cara.

Dan marilah saling menasehai dan mengingatkan diantara kita kepada yang Haq dan kesabaran, sebagaimana firman Allah SWT.” والعصر، إن الإنسان لفي خسر، إلاالذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر. (demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Wallahu ‘Alam bishshowab….
By: SETYAWAN

31 December 2009 - Posted by | Tsaqofah Islamiyah | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: