Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Waspadai Perdukunan & Sihir…


Sesungguhnya Allah telah memuliakan kita semua sebagai manusia (kholifah) dimuka bumi, Maka dari itu janganlah kita berbuat yang menyebabkan Allah murka terhadap kita, sehingga kita termasuk makhluq yang sangat hina dihadapanNya. dan dengan taufiqNya kita dapat menghirup oksigen gratis sehingga dengannya kita dapat hidup didunia ini. Sudah sepantasnya selalu bersyukur kepadaNya setiap hembusan nafas kita.
Salah satu bentuk perbuatan yang sangat dibenci dan dimurkai dan Allah tidak akan mengampuninya kecuali dengan bertaubat dengan taubatan nashuha, yaitu perbuatan syirik kepada Allah, sebagaimana firmanNya :”

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.(QS: An Nisa: 116)
Dan salah satu bentuk kesyirikan yang marak dikalangan kita adalah perdukunan dan sihir, berikut adalah hakekat dan asal muasal adanya hal tersebut.

Sesungguhnya sihir dan perdukunan sudah ada sejak dahulu sebekum zamannya Nabi Sulaiman, yang telah dibawa oleh dua malaikat dinegara Babilon, dan tujuan awal dari sihir adalah untuk mencerai beraikan antara suami dan istri, hal tersebut dijelaskan didalan Al Qur’an:

“dan mereka mengikuti apa[Kitab-Kitab sihir] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir)] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[Para mufassirin berlainan Pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang Malaikat itu. ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri]. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui”. (QS: Al Baqarah: 102)

Sesungguhnya keberadaan tukang sihir dan dukun adalah untuk merobohkan sendi-sendi sosial masyarakat, dan mereka merupakan pusat diantara pusat-pusat dakwah kepada kemusyrikan terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW pernah bersabda, “siapa saja yang mengalunglan jimat maka dia telah mensekutukan Allah SWT. “ hukum itu bagi yang mengalungkan, apalagi hukum bagi orang yang menulisakan jimat tersebut, dan menyuruh untuk mengalungkannya, tidak dapat dipungkiri lagi, pasti kejahatannya lebih besar dan perkaranya lebih berat, karena merupakan pusat dakwah kepada kemusyrikan terhadap Allah SWT.
Seseorang berkata, “saya tidak mempercayainya, saya hanya bertanya kepadanya tentang perkara saya dan yang berkaitan dengan saya, saya ingin mengetahui apa yang diucapkan oleh si paranormal tersebut.

Sesungguhnya Rosulullah SAW, bersabda mengenai orang yang bertanya kepada dukun dan mempercayainya, maka orang tersebut telah menjadi kufur dengan apa-apa yang telah diturunkan Allah kepada M uhammad SAW, apabila hanya mendatanginya saja tetapi tidak mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” Itulah hadits Rasulullah yang menggambarkan tentang dukun dan tukang sihir yang berkeinginan supaya Allah tidak diibadati oleh makhluqNya dimuka bumi ini, dan menginginkan supaya hamba diibadati oleh hamba yang lain selain Allah.

Sihir merupakan ikatan buhul, carikan kertas, jimat, dan segala sesuau yang dibuat oleh tukang sihir, tukang sihir tersebut menggumamkan ucapan yang dimengerti oleh manusia, dan itu merupakan permintaan tolong dia kepada syetan, dan kekufuran kepada Allah. Dia lakukan yang demikian itu agar berpengaruh pad badan orang yang terkena sihir, dan memisahkannya dari istriya karena pengaruh sihir. Seseorang ,melihat istrinya dalam keadaan buruk rupa, mencium dahinya bau yang memuakkan atau sihir tersebut menyebabkannya menjauhi istrinya dan berpaling kepada perempuan lain. Konsklusinya, sihir merupakan kesepakatan yang terjadi antara si tukang sihir dan syetan.

Perlu diketahui sesungguhnya ada kaitannya antara tukang sihir dan syetan, tukang sihir merupakan sosok yang menjadikan dirinya pusat dari pusat-pusat syetan, ia merupakan penolong pertama bagi syetan yang terkutuk tersebut, dan merupakan kanannya syetan yang setia.

Sihir merupakan sumber yang berbahaya bagi masyarakat. Dan para tukang sihir tersebut memporak-porandakan rumah tangga yang tentram, banyak sekali ibu yang dipisahkan dari anak anaknya, istri yang tidak bisa menikmati hidup damai dirumah bersama suaminya, banyak sekali rumah yang hancur, dan tidak sedikit orang yang terhormat dan mulia menjadi hina dina karena sihir.

Semua itu terjadi karena kehendak Allah, Allah berfirman:

“(dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah.)”.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa si penyihir tidak akan mendapatkan kekuatan sihirnya kecuali dengan segala sesuatu yang bisa menyebabkan dirinya dekat kepada syetan yang terkutuk, dengan demikian maka hamba tersebut akan tersesat, berbagai cara dilakukan syetan untuk mencelakai hamba tersebut.

Yang pertama dia masuk pintu syirik, jika tidak berhasil maka ia masuk dari pintu dosa besar, apabila tidak mampu juga dia masuk melalui pintu dosa kecil, atau dengan menyibukkannya dengan hal-hal yang mubah, sampai ia terjatuh kedalam perkara yang dilarang yang menyeretnya kepada syetan. Keinginan syetan yang paling besar yang dibantu oleh tujang sihir untuk mendapatkannya dapat dilihat dari hubungan antara syetan dengan tukang sihir.
Lalu, apa keuntungan yang diambil antara syetan dan ukang sihir (dukun)?.

Keuntungan yang dapat diambil oleh tukang sihir adalah harta dan derajat agar supaya dihormati. Hekekat ini telah Allah tetapkan didalam Al Qur’an dalam kisah fir’aun, ketika datang kepadanya para kang sihir seraya berkata, “wahai fir’aun, apakah kami akan mendapat imbalan apabila mampu mengalahkan Musa?.” Tetapi Fir’aun adalah sosok yang paling pandai dan cerdik, ia mengetahui hakekat mereka, maka ia berkata kepada mereka, “tentu, kalian akan menjadi kelompok dekatku,”. Jadi hakekatnya adalah harta dan kehormatan, itulah yang diinginkan tukang sihir.

Adapun keuntungan yang dapat diambil dari syetan dari hubungan ini adalah tercapai keinginannya yaitu agar para hamba tunduk dan patuh kepada selain Allah SWT, sehinggan para hamba tersebut dimurkai oleh Allah, dan Allah masukkan semuanya kedalam neraka, maka jadilah mereka penghuni neraka tersebut, nauzubillah min dzalik.
Dan sesungguhnya sihir itu tidak bisa didapat oleh tukang sihir (dukun) kecuali dengan sesuatu yang menyebabkan si tukang sihir itu dekat dengan syetan. Dan sesuatu yang paling besar yang bisa menjadikan si tukang sihir itu dekat syetan adalah satu perkara, yaitu menghinakan Al Qur’an kalamullah.

Yang harus kita ketahui sesungguhnya tukang sihir itu lemah sekali, ia bukanlah apa-apa. Allah dalam Firmannya yang menerangkan bahwa syetan yang dimintai pertolongan oleh tukang sihir itu amatlah lemah,

“orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”. (Q.S: An Nisa, 76).

Mungkin dari kita berkata, “bagaimana bisa dikatan bahwa syetan itu sangat lemah sedangkan ia mampu menjadikan Adam dan Hawa keluar dari surga?. Memang benar syetan itu lemah, hanya saja ia banyak akal, kita sama sekali tidak menemukan dalam Al Qur’an bahwa syetan menarik atau mendorong Adam dan Hawa dari surga, akan tetapi ia menipu mereka dengan perkara yang paling besar, yaitu perkara tauhid. Syetan bersumpah terhadap keduanya bahwa ia adalah penasehat yang dapat dipercaya, sehingga Hawa berkata kepada Adam, “wahai Adam, apa mungkin seseorang bersumpah dengan nama Allah apabila dia seorang pendusta? Taatilah dia”. Jadi sesungguhnya syetan itu sangat lemah sekali, hanya saja banyak akal (cerdik) ia bukan apa-apa.
Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya berkata, “wahai Rasulullah, dulu kami sering kali mendatangi para dukun, Rasulullah bersabda, “jangan datang kepada mereka”, lalu orang tadi menjawab, “mereka para dukun berkata dengan mengatakan kepada kita hal-hal yang berhubungan dengan alam ghaib, Rasulullah menjawab, “mereka para dukun itu bukanlah siapa-siapa, mereka tidak punya apa-apa”.

Bersambung…
BY: SETYAWAN

22 January 2010 - Posted by | Tsaqofah Islamiyah | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: