Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Waspadai Perdukunan & Sihir…(bag. 2)


Si tukang sihir meminta pertolongan kepada syetan yang mana Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa tipu daya syetan itu sangat lemah, apabila si tukang sihir itu meminta pertolongan kepada syetan, berarti ia lebih lemah lagi, dan orang yang pergi menemui tukang sihir (dukun) tersebut agar membantunya menyihir si fulan dan si fulan lebih sangat lemah lagi.

Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dengan kondisinya yang sangat lemah karena mengidap penyakit jantung maka Rasulullah SAW bersabda, “kondisimu sangat lemah sekali, ambilah 7 butir kurma Ajwa (dalam Riwayat yang lain kurma apa saja) kemudian tumbuklah ketujuh kurma tersebut dengan bijinya dan makanlah”.

Orang yang lemah karena mengidap penyakit jantung diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk memakan kurma dengan bijinya. Sedangkan tukang sihir yang ia bukanlah apa-apa namun disegani dan dihormati orang, hanya dengan memakan tujuh butir kurma dengan tanpa harus memakan bijinya bisa menghindarkan kita dengan idzin Allah dari bahaya racun sihir, ini menunjukkan bahwa tujang sihir itu sangatlah lemah.

Sihir bukanlah sekedar cerita tetapi merupakan hal yang benar-benar terjadi, perhatikanlah apa yang mereka perbuat dengan Al Qur’an, salah satu lembaga yang berada di Saudi Arabia “Lembaga Amar Ma’ruf Nahi Munkar”, mendapatkan Al Qur’an dikloset WC dan dikencingi setiap hari, setelah pelakunya tertangkap mereka mengaku, hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kekuatan suhirnya, tidak cukup disitu sebagian dari mereka ada seorang pembantu rumah tangga yang suatu hari ketahuan menyembunyikan beberapa potongan kertas yang bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an, maka dilaporkan ke petugas, dan setelah ditanyai tentang perbuatannya, ternyata mereka memasukkan potongan-potongan kertas yang berisikan ayat-ayat Al Qur’an  dan terus memasukkannya kedalam pena lipstik untuk mencuci darah haidh, ketika ditanya alasanya, mereka berkata jin yang menyuruhku berbuat demikian untuk mendapatkan kekuatan sihirnya.

Dengan  kejadian tersebut, haruskan kita takut kepada tukang sihir? Apakah layak kita segan kepada mereka? Haruskah kita takut kepada tukang sihir yang tidak mampu memberikan manfaat dan menepis bahaya bagi dirinya sendiri.

Ketahuilah, bahwa Allah bersama kita, setiap hari kita menghadap qiblat seraya berkata, Allahu Akbar, Allah Maha Besar, ya Allah, tiada sesuatupun yang lebih besar dari pada Engkau, kita juga berkata, “ الحمد لله رب العالمين  “ (segala puji bagi Allah seru sekalian alam), segala puji bagi Allah atas segala Qadar dan Qhada’ nya, baik yang manis maupun yang pahit, kemudian ia berkata, “ الرحمن الرحيم “ (yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Dan juga kita setiap hari bersumpah dengan melafazhkan “ إياك نعبد وإياك نستعين “. (hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami minta pertolongan). Pantaskah kita berbuat yang jelas-jelas melanggar ikrar kita??

Bagaimana kita  minta bantuan kepada tukang sihir yang terkutuk itu, yang telah menghinakan Al Qur’an kita, kalamullah ta’ala hanya untk sekedar menggapai tujuan duniawi yang kecil sekali, sepeti mengembalikan isri kita atau supaya kita bisa sehat kembali, dan meninggalkan Dzat yang Maha Pengasih.

Suatu ketika Rasulullah SAW  dan para sahabat melihat seorang wanita yang sedang mencari-cari anaknya yang baru lahir diantara rampasan perang kemudian ia mengambil bungkusan kain dan membukanya, ternyata didalamya bayi yang ia cari, ia peluk anaknya penuh kasih sayang. Ketika itu Rasulullah SAW berabda kepada para sahabatnya yang menyaksikan kejadian itu, “bisakah kalian menyangka bahwa si wanita tadi tega melempar anaknya itu kedalam api?”para sahabat serentak menjawab, “tidak ya Rasulullah”, kemudian Rasulullah bersabda, “Alah lebih mengasihi kalian semua dari pada cinta kasih wanita itu terhadap anaknya, Allah yang paling Maha Kasih memiliki seratus rahmat, semuanya disimpan dilangit hanya satu yang Allah turunkan dari yang sau itu seluruh makhluqnya saling kasih mengasih”.

Dari satu rahmat tersebut anda menemukan diri anda menyayangi anak-anak dan istri anda, sampai-sampai Rasulullah bersabda. “bahwa dengan satu rahmat yang Allah turunkan menyebabkan seekor binatang buaspun tidak memangsa atau menyakiti anaknya. Bagaimana dengan Allah Yang Maha Kasih , engkau bertakbir, ruku, seraya mengucapkan, “سبحان ربي العظيم  “(Maha Suci Allah yang Maha Agung), tiada yang lebih besar daripada Engkau ya Allah, tiada yang lebih kasih daripada Engaku, ya Allah, tiada yang lebih agung daripada Engkau.

Bagaimana mungkin kita takut kepada tukang sihir (syetan) yang berusaha agar hamba tunduk dan sujud kepada selain Allah, melakukan ibadah tidak kepada Allah. Tidaklah Allah telah mengutus para Rasulnya dan menurunkan kitab-kitabNya kecuali agar Dia semata yang kita ibadahi. Mana mungkin kita takut kepada tukang sihir yang telah menghina dan menodai kitab Al Qur’an yang suci ini, yang mana apabila diturunkan kepada gunung yang besar maka gunung tersebut akan hancur lebur, sebagaimana firman Allah. “

(kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir). (QS: Al Hasyr: 21)

Apa yang telah diperbuat oleh tukang sihir merupakan semata-semata untuk menyenangkan tuannya dan sesembahannya yang mereka sembah selain Allah yaitu syetan. Kitalah yang besaksi bahwa tiada Illah yang patut didibadati selain Allah, dan Muhammad itu adalah utusan Allah kita tidak mempercayai thaghut, kita hanya beriman kepada Allah, kita membenci tukang sihir dan sama sekali tidak takut atau segan kepada mereka.

Janganlah kita takut kepada mereka, tak perlu kawatir terhadap anak dan istri kita dari mereka yang selalu berbuat tak senonoh terhadap kehormatan kita, tidak perlu khawatir mereka akan mencelakai oranag yang kita kasihi, karena kita benci terhadap mereka, karena Allah bersama kita. Rasulullah SAW bersabda, “apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian ia berkata, “بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة إلا بالله  (dengan menyebut nama Allah aku bertawakkal kepada Allah tiada kemampuan dan kekuatan kecuali berasal dari Allah). Para Malaikat berkata kepadanya ketika mengucapkan tiga kalimat tersebut (بسم الله، توكلت على الله لا حول ولاقوة إلا بالله ) engkau telah ditunjukkan jalan yang lurus. Dan juga Para Malaikat berkata, “engkau telah diberi petunjuk dicukupkan kebutuhanmu dan telah dijaga, syetan menjauh darinya, kemudian ada syetan lain yang ingin mencelakainya, syetan yang perama berkata, “apa yang kamu kira tentang orang ini? Ia telah diberi petunjuk, dicukupi kebutuhannya dan telah dijaga.

Ada beberapa ciri-ciri tukang sihir (dukun) dalam melakukan prakteknya:

  1. Apabila ia bertanya kepada pasienya namanya dan nama ibunya,
  2. Ketika pengobatan ia meminta hewan kurban dengan ciri-ciri tertentu,
  3. Apabila ia meminta hewan potong untuk disembelih dengan cara tertentu tidak dengan membaca bismillah serta membuang hewan sembelihan tersebut ditempat tertentu,
  4. Apabila ia meminta darah hewan kurban hewan potong tadi untuk dibalurkan di bagian badan yang dirasakan sakit oleh si sakit,
  5. Apabila ia meminta sesuatu bekas si sakit, seperti baju, pakaian, kuku, rambut atau photonya,
  6. Apabila dalam pengobatannya ia menulis mantera, rumus-rumus huruf arab yang terputus-putus angka-angka yang tidak bisa dipahami maknanya, bentuk-bentuk kotak atau bulat atau bentuk-bentuk bintang
  7. Apabila ia memberikan kepada pasiennya sebuah jimat yang dibungkus dengan kulit atau kain atau sebuah logam yang diisi dengan permintaan tolong yang bersifat syirik lalu ia menyuruh untuk menggantungkan atau menyimpannya disuatu tempat,
  8. Apabila ia memberi pasiennya benang dari bahan wol atau tali yang ada ikatannya,
  9. Apabila ia memberi pasiennya beberapa barang untuk ditanam ditanah,
  10. Apabila ia memberi kertas yag didalamnya terdapat mantera dan juga kemenyan atau sejenisya lalu membakar keduanya dan menempelkan bau yang keluar dari dibakar tersebut kebadannya, pada waktu tertentu,
  11. Apabila ia menulis untuk pasienya huruf arab terpisah-pisah atau mantera dengan minyak za’faran atau bahan lainya diatas kertas atau kayu, kemudian menyuruhnya untuk merendam barang tersebut dan meminum air rendamann tersebut atau mandi dengannya ditempat dan waktu tertentu,
  12. Menulis garis pada pasir,
  13. Memukul-mukul kulit binatang buas atau sepotong kain dengan biji-bijian,
  14. Membaca telapak jari pasien dan cangkir,
  15. Menuangkan timah panas,
  16. Apabila memberikan pada pasiennya cincin yang terukir didalamn ya bebrapa mantera,
  17. Apabila menyuruh pasienya untuk mengalungkan kalung berwarna biru atau kalung yang terbuat dari kulit kerang pad lehernya atau pada tunggangannya, kendaraaanya atau didalam rumahnya,
  18. Menukis Al Qur’an dengan barang najis dan darah haidh menghinakan AL Qur’an serta memperolok-olokya atau menulis bebrapa kalimatbyang penuh dengan kemusyrikan atau beberapa mantera dan mencampur adukkan dengan Al Qur’an,
  19. Menyuruh pasienya untuk memakai pakaian yang penuh dengan tulisan mantera, rumus, dan ayat-ayat Al Qur’an dalam hitungan waktu tertentu,
  20. Menyuruh pasiennya untuk selalu membawa kulit srigala atau giginya atau mengikat mobilnya dengan tali warna hitam.

Ciri-ciri tersebut diambil dari sebuah penelitian dan pengakuan dari beberapa tukang sihir yang tertangkap oleh petugas “Amar Ma’ruf Nahi Munkar” di saudi arabia, dan dari tanda-tanda tersebut telah banyak kita jumpai disekitar kita, lebih-lebih di daerah pinggiran (pedesaan), maka dari itu marilah kita sama-sama berantas tuntaskan kemusyrikan disekitar kita sehingga agama kita ersih dari kemuyrikan.

Tidak menuntut kemungkinan dengan kita tak peduli dengan aqidah kita dan orang-orang disekitar kita Allah menurunkan adzab dari bentuk peringatan terhadap kita semua, semoga dengan uraian tersebut dapat kita ambil manfaatnya, sehingga kita dan saudara-saudara kita dapat terhindar dari hal yang sangat dibenci dan dimurkai oleh Allah SWT yaitu syirik dalam segala bentuknya. Amien…

wallahu’alam…

BY: SETYAWAN

24 January 2010 - Posted by | Uncategorized | ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: