Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Merindukan Kehadiran Buah Hati Hafizh Al Qur’an


Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci) maka kedua orang tuanyalah yang berperan menjadikannya sebagai yahudi, nasrani, atau majusi”. (HR. Bukhari)
Begitulah pesan Rasulullah SAW terhadap setiap ayah dan ibu yang beriman kepada Allah SWT. Seorang anak bagaikan suatu lembaran kain putih bersih yag luas dan tak ternoda sedikitpun, yang siap dilukis dan diwarnai dengan apa saja oleh lingkungannnya, khususnya Bapak Ibu atau para guru, karena dialah manusia yang terdekat dengan seorang anak. Maka melukislah dilembaran kain putih tersebut dengan lukisan yahg bernuansa Iman, Islam, Al Qur’an dan Ittiba’ kepada Rasulullah SAW.

Fenomena yang terdapat dikota-kota besar, berupa kehancuran kehidupan para remaja adalah gambaran yang sangat jelas hasil lukisan syetan. Jika kita melihat kehidupan mereka, pasti akan kita dapatkan bahwa peran lukisan orang tua atau guru sangat minim atau nyaris tidak ada. Tontonan televisi, internet, PS, FB tidak lupur dari salh satu penyebabnya, kecuali jika ada yang mengarahkannya.
Tetapi anak-anak kta ternyata lebih aktif dan lebih ahli dalam mendapatkan informasi hal-hal yang tidak baik. Oleh karenanya tidak ada alat melukis yang lebih indah kecuali dengan akhlaq AL Qur’an dan menghafalkannya. Rasululah SAW pernah menjelaskan kepada para sahabat, bahwasannya nanti pada hari kiamat Allah akan memberi penghargaan kepada setiap bapak dan ibu karena anaknya telah hafal / berinteraksi dengan Al Qur’an.
Mengapa interaksi / menghafal Al Qur’an merupakan langkah pertama dalam pembinaan Iman dan Islam pada diri anak. Hal ini karena beberapa alasan sebagai berikut:
1. Masa anak-anak adalah masa yang paling tepat mengakrabkan anak dengan nash-nash AL Qur’an, sehingga menhjadi suatu hafalan yang melekat di dalam otaknya. Hal ini akan sangat bermanfaat diusia dewasanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang diminatinya.
2. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengaktifkan otak bagian kirinya yang cenderung untuk menghafal dan berfikir. Kecenderungan menghafal ini jika tidak diisi dengan Lal Qur’an, maka akan terisi dengan hafalan-hafalan yang tidak bermanfaat.
3. Masa kanak-kanak adalah masa kondisi fitrah yang masih suci dan bersih, keakrabnya dengan Al Qur’an yang suci akan dengan cepat menyatu, sehingga menghasilkan keimanan dan keislaman yangbideal. Hal ini akan menjadi modalk yang besar pada masa dewasanya untuk melaksanakan syari’at denga penuh kesadaran.
Setyawan

18 December 2010 - Posted by | Al Qur'an | , , , , , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: