Sang Pejuang

Perjuangan adalah awal kesuksesan

Jalan Cinta Para Pejuang

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang
dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil
tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah
pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan
pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat
kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki
adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia
berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang
pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi
Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak
hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
Continue reading

Advertisements

22 December 2009 Posted by | Sejarah Islam | , , , | Leave a comment

Ikhlas Beramal…

Suatu ketika Syufayyi Al-Ashbahy memasuki Madinah , kemudian ia melihat seseorang sedang dikerumuni massa yang ternyata adalah Abu Hurairah RA, lalu Syufayyi mendekatinya dan duduk didepannya. Syufayyi berkata, “aku memintamu dengan sebenar-benarnya, engkau belum menceritakan pada kami sebuah Hadits yang engkau dengar dari Rasulullah SAW, dan engkau benar-benar mengetahuinya”. Abu Hurairah RA, menjawab, “akan kuceritakan padamu  Hadits yang diceritakan Rosulullah.

Rasulullah bercerita kepadaku, ”pada hari kiamat kelak, Allah SWT akan turun menemui hamba-hambaNya untuk memberikan keputusan. Saat itu setiap umat bersimpuh dihadapan Allah SWT, orang yang pertama dipanggil adalah para penghafal Al Qur’an, orang yang diberi harta melimpah, dan orang yang syahid dijalan Allah SWT.

Allah berfirman, ”bukankah telah Aku ajarkan kepadamu wahyu yang Kuturunkan pada Rasulmu,” dia menjawab, ”benar wahai Rabbku, ” lalu Allah bertanya, “apakah yang engkau lakukan dengan ilmu yang kau ketahui?” mereka menjawab, “kugunakan untuk shalat siang dan malam. Allah berfirman, “kau dusta”. Para malaikatpun berkata,”kau bohong”, Allah berfirman, “bahkan kau ingin dikatakan sebagai Qori’ dan cita-citamu kinipun terlaksana”.
Continue reading

1 December 2009 Posted by | Oase | , , , , , | Leave a comment